Okupasi Terapi pada Psikososial



Perkembangan psikososial adalah perkembangan yang berkaitan dengan emosi, motivasi, dan perkembangan pribadi manusia serta perubahan dalam bagaimana individu berhubungan dengan orang lain. Aspek kepribadian, emosi, energi, dan dorongan mempengaruhi bagaimana orang melakukan aktivitas bermakna dalam kehidupan sehari-hari.
Sesuai dengan tujuan okupasi terapi menurut American Occupational Therapy Association (AOTA, 1981) yaitu untuk mengoptimalkan tingkat kemandirian, mencegah disabilitas (tidak mampu mengerjakan aktivitas) dan mempertahankan kesehatan. Maka peran okupasi terapis pada kasus psikososial dapat dilakukan dengan cara melakukan aktifitas:
·  Memberikan pengajaran keterampilan mobilitas dalam masyarakat untuk individu dengan gangguan skizofrenia,
·   Memberikan pelatihan individu dengan gangguan depresi dalam strategi yang efektif untuk mengelola stres.
·    Berkolaborasi dengan individu penyalahgunaan obat terlarang untuk membangun rutinitas dan kebiasaan alternatif yang mendukung gaya hidup yang lebih sehat.
·       Memberikan pelatihan individu dengan gangguan kognitif untuk meningkatkan strategi sederhana dalam menyiapkan makanan dan aktifitas kehidupan sehari-hari.
·   Memfasilitasi keterampilan interaksi sehingga anak dengan gangguan defisit perhatian dapat bersosialisasi secara tepat dengan teman sebaya.

Dalam menangani kasus psikososial okupasi terapis mengacu pada teori yang memandu evaluasi, penilaian dan aplikasi untuk praktik yang disebut kerangka acuan (Frame of reference). Kerangka acuan menyediakan struktur untuk mengidentifikasi teori yang relevan kemudian menguraikan pedoman yang digunakan okupasi terapis ketika menilai dan memberikan intervensi yang tepat pada klien berdasarkan informasi yang didapatkan. Kerangka acuan pada okupasi terapi merupakan penggabungan teori dan asumsi dari psikologi, neurologi, dan lain-lain yang kemudian diaplikasikan secara khusus pada praktek okupasi terapi.
Adapun kerangka acuan yang digunakan antara lain:
·         Psikodinamika (Psychodynamic Theoritical Model)
·         Perilaku (Behavioral Theoritical Models)
·         Kognitif Perilaku (Cognitive Behavioral Frame of Rreference)
·         Kognitif (Cognitive Disability Frame of Reference)
·         Model of Human Occupation (MOHO)

Contoh kasus psikososial dan penanganan okupasi terapi
Seorang wanita dewasa merupakan pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa dengan diagnosis Skizofrenia. Pasien tersebut memiliki kebiasaan yaitu tidak suka mandi padahal dirinya sadar pentingnya mandi. Maka seorang Okupasi Terapis dapat menggunakan Kerangka Acuan Perilaku untuk mengubah kebiasaan pasien tersebut. Dengan memulai proses terapi dengan pemeriksaan awal (initial assessment) menggunakan instrument pemeriksaan yang sesuai dengan kerangka acuan yang telah ditentukan untuk memperoleh informasi mengenai sejarah, pengalaman, nilai hidup, minat, dan kapasitas pasien. Kemudian terapis menentukan tujuan terapi dan merencanakan intervensi sesuai masalah yang telah ditemukan.
Jadi begitulah bagaimana peran Okupasi Terapi pada area psikososial. Menarik bukan?






Komentar